Mikrofon wireless terdiri dari pemancar pada mikrofon dan receiver yang menangkap sinyalnya. Kestabilan bergantung pada frekuensi yang digunakan, jarak, antena, kondisi lokasi, baterai, serta hambatan fisik. Gangguan sering muncul ketika banyak perangkat radio aktif berdekatan atau pemancar berada di balik tubuh, dinding, maupun benda logam.
Lakukan pemindaian frekuensi di venue sebelum acara dan pilih kanal yang bersih. Bila ada beberapa mikrofon, koordinasikan frekuensinya agar tidak saling mengganggu. Hindari mengubah kanal setelah sound check tanpa memindai ulang. Catat pengaturan yang dipakai supaya operator dapat memulihkan konfigurasi jika terjadi masalah.
Letakkan receiver di tempat terbuka dengan jalur pandang yang cukup ke pemancar. Hindari menaruhnya di dalam lemari tertutup, di belakang perangkat logam, atau terlalu dekat dengan router dan pemancar radio lainnya. Posisi antena mengikuti petunjuk perangkat; pada sistem dengan dua antena, susun sesuai rekomendasi pabrik dan jangan ditempelkan berdampingan secara sembarang.
Hal yang perlu diperhatikan
Periksa baterai baru sebelum acara dan bawa cadangan yang sesuai. Jangan menunggu indikator hampir habis, terutama untuk sesi panjang. Uji mikrofon saat dipakai berjalan di area panggung dan audiens. Pastikan level receiver, gain mixer, dan jarak mulut ke mikrofon konsisten agar suara tidak berubah jauh antara pembicara.
Berikan pengarahan singkat kepada MC dan pembicara: pegang mikrofon pada jarak yang tepat, jangan menutup antena atau kapsul, dan matikan pemancar sebelum mengganti baterai. Siapkan mikrofon kabel sebagai cadangan. Jika sinyal terputus, operator dapat segera beralih ke cadangan sambil memeriksa posisi, baterai, dan frekuensi.
Butuh bantuan merencanakan audio acara?
Diskusikan kebutuhan Anda bersama Jaya Sound Batam.
Hubungi kami